Dari Timur Kita Ke Barat

Spirit Indonesia mengusung semangat, etos, budaya dan jiwa Indonesia. Banyak kebijaksanaan dan kearifan Indonesia yang perlu digali dan dibangkitkan kembali. Saatnya untuk bangkit dan berjaya!

Dipersembahkan untuk kebangkitan Indonesia.
Terbitlah cahaya dari Timur!
Google
 

Jumat, 09 November 2007

KOM-TEK cpu sering restart

hi, pc saya P IV, ram 256 mb, dan baru 5 bulan saya beli, tapi kenapa
restart terus ya ? saya dah coba format dan instal ulang dengan 2
versi xp yang berbeda, mohon pencerahannya ..
thanks

__._,_.___
Website materi belajar umum: http://www.komputer-teknologi.net/
Diskusi melalui web: http://forum.komputer-teknologi.net
Materi belajar SAP ABAP http://belajar-abap.blogspot.com

=======================================================================
SEBELUM kirim email ke mailing list ini, pastikan bahwa anda

1. INGAT etiket umum dan topik diskusi milist ini
2. PAHAM isi email untuk konsumsi umum, bukan perseorangan
3. GANTI subject email jika ganti topik
4. HAPUS bagian email lama tak relevan (TERMASUK FOOTER YANG SEDANG KAMU BACA SEKARANG).
5. TAHU      Quota Max : 2 email/orang/hari untuk topik sama kecuali moderator.
6. Hanya moderator yang boleh mengirimkan attachment.

=========================================================================
Terlalu banyak email?

Kirimkan 1 email kosong ke :
Komputer-teknologi-digest@yahoogroups.com <-- 1 email rangkuman saja perhari.
Komputer-teknologi-nomail@yahoogroups.com <-- Libur panjang/cuti lebaran ==> no email dan cek lewat web.

Lain-lain:
Komputer-teknologi-normal@yahoogroups.com <-- kembali ke pengiriman email normal
Komputer-teknologi-owner@yahoogroups.com <--- alamat moderator
Komputer-teknologi-subscribe@yahoogroups.com <--- jika ingin berlangganan

Milis lainnya:
Penulis-Kom-Tek-subscribe@yahoogroups.com => majalah kom tek
Indo-Job-subscribe@yahoogroups.com =>  milis lowongan kerja
Bisnis-Karir-subscribe@yahoogroups.com => Pengembangan karir dan bisnis
Free-English-Course-subscribe@yahoogroups.com => Belajar bahasa Inggris

=====================================================================
Organisasi non-profit Indonesian Production and Operations Management
Society (IPOMS) - Turut Memajukan SDM dan Industri Indonesia.
Ingin mendaftar mailing list IPOMS dan manajemen produksi/operasi? Kirimkan email ke
APICS-ID-subscribe@yahoogroups.com
Mendaftar ke web di bawah lebih dianjurkan untuk mempercepat pendaftaran: http://finance.groups.yahoo.com/group/APICS-ID/
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Finance

It's Now Personal

Guides, news,

advice & more.

Endurance Zone

A Yahoo! Group

Learn how to

increase endurance.

Yahoo! Groups

Wellness Spot

A resource for living

the Curves lifestyle.

.

__,_._,___

Re: KOM-TEK batterai laptop dan jarum head print

On Fri, Nov 09, 2007 at 03:26:44PM +0700, Ind. Kirana wrote:
> *Jarum Head Print
> Mas Popo, jarum head printer dotmatrix merk apa aja, biasanya tidak disarankan untuk diganti jarumnya saja (jarum head printer dotmatrix sangat-sangat jarang rusak untuk pemakaian normal, kecuali lagi dibersihkan trus jatuh dan rusak hhehe) .

tapi tulisannya udah ga jelas, pemakaian sangat sering tiap hari selama
kira2 4 tahun nan. klo diliat sekilas di jarum2 nya udah pada
"tenggelam"..

>
> Paling maksimal cukup dibersihkan dengan contact cleaner biar dust, kerak, atawa sisa debu dan tinta bisa hilang,

pakai alkohol ga bisa mas ? cara nya bagaimana ?

>
> Lebih baik ganti head printer saja setau saya untuk head print epson LQ2180 harganya kurang dari 400rebuan deh...

masak sih ? baru lho, aku tanya di kotaku 700rb nan :(, kota kecil kali
ya...? :)

atawa kalo mo sedikit repot, coba berburu ke harko bagian paling ujung paling peungeup ada tempat refurbish printer, beli head printnya aja bisa koq saya pernah beli cuma 50rebu + ongkos Bus Transjakarta Rp3500 X 2 + makan siang Rp25000 + beli DVD film bajakan... hehehe jadi ngelantur

aku pernah beli yg bekas, trus hasilnya tetep ga jelas tulisannya. apa
cukup dibersihkan aja ?
terima kasih sebelum dan sesudahnya.

wassalam,
Popo

This e-mail message may contain legally privileged and/or confidential information. If you are not the intended recipient(s), or the employee or agent responsible for delivery of this message to the intended recipient(s), you are hereby notified that any dissemination, distribution or copying of this e-mail message is strictly prohibited. If you have received this message in error, please immediately notify the sender and delete this e-mail message from your computer.

__._,_.___
Website materi belajar umum: http://www.komputer-teknologi.net/
Diskusi melalui web: http://forum.komputer-teknologi.net
Materi belajar SAP ABAP http://belajar-abap.blogspot.com

=======================================================================
SEBELUM kirim email ke mailing list ini, pastikan bahwa anda

1. INGAT etiket umum dan topik diskusi milist ini
2. PAHAM isi email untuk konsumsi umum, bukan perseorangan
3. GANTI subject email jika ganti topik
4. HAPUS bagian email lama tak relevan (TERMASUK FOOTER YANG SEDANG KAMU BACA SEKARANG).
5. TAHU      Quota Max : 2 email/orang/hari untuk topik sama kecuali moderator.
6. Hanya moderator yang boleh mengirimkan attachment.

=========================================================================
Terlalu banyak email?

Kirimkan 1 email kosong ke :
Komputer-teknologi-digest@yahoogroups.com <-- 1 email rangkuman saja perhari.
Komputer-teknologi-nomail@yahoogroups.com <-- Libur panjang/cuti lebaran ==> no email dan cek lewat web.

Lain-lain:
Komputer-teknologi-normal@yahoogroups.com <-- kembali ke pengiriman email normal
Komputer-teknologi-owner@yahoogroups.com <--- alamat moderator
Komputer-teknologi-subscribe@yahoogroups.com <--- jika ingin berlangganan

Milis lainnya:
Penulis-Kom-Tek-subscribe@yahoogroups.com => majalah kom tek
Indo-Job-subscribe@yahoogroups.com =>  milis lowongan kerja
Bisnis-Karir-subscribe@yahoogroups.com => Pengembangan karir dan bisnis
Free-English-Course-subscribe@yahoogroups.com => Belajar bahasa Inggris

=====================================================================
Organisasi non-profit Indonesian Production and Operations Management
Society (IPOMS) - Turut Memajukan SDM dan Industri Indonesia.
Ingin mendaftar mailing list IPOMS dan manajemen produksi/operasi? Kirimkan email ke
APICS-ID-subscribe@yahoogroups.com
Mendaftar ke web di bawah lebih dianjurkan untuk mempercepat pendaftaran: http://finance.groups.yahoo.com/group/APICS-ID/
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Finance

It's Now Personal

Guides, news,

advice & more.

Y! Messenger

Instant hello

Chat in real-time

with your friends.

Search Ads

Get new customers.

List your web site

in Yahoo! Search.

.

__,_._,___

Re: KOM-TEK Laptop Low Price

Lho koq. mending pakai byon aja 4,7 jt atau axioo 4 jtan

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Website materi belajar umum: http://www.komputer-teknologi.net/
Diskusi melalui web: http://forum.komputer-teknologi.net
Materi belajar SAP ABAP http://belajar-abap.blogspot.com

=======================================================================
SEBELUM kirim email ke mailing list ini, pastikan bahwa anda

1. INGAT etiket umum dan topik diskusi milist ini
2. PAHAM isi email untuk konsumsi umum, bukan perseorangan
3. GANTI subject email jika ganti topik
4. HAPUS bagian email lama tak relevan (TERMASUK FOOTER YANG SEDANG KAMU BACA SEKARANG).
5. TAHU      Quota Max : 2 email/orang/hari untuk topik sama kecuali moderator.
6. Hanya moderator yang boleh mengirimkan attachment.

=========================================================================
Terlalu banyak email?

Kirimkan 1 email kosong ke :
Komputer-teknologi-digest@yahoogroups.com <-- 1 email rangkuman saja perhari.
Komputer-teknologi-nomail@yahoogroups.com <-- Libur panjang/cuti lebaran ==> no email dan cek lewat web.

Lain-lain:
Komputer-teknologi-normal@yahoogroups.com <-- kembali ke pengiriman email normal
Komputer-teknologi-owner@yahoogroups.com <--- alamat moderator
Komputer-teknologi-subscribe@yahoogroups.com <--- jika ingin berlangganan

Milis lainnya:
Penulis-Kom-Tek-subscribe@yahoogroups.com => majalah kom tek
Indo-Job-subscribe@yahoogroups.com =>  milis lowongan kerja
Bisnis-Karir-subscribe@yahoogroups.com => Pengembangan karir dan bisnis
Free-English-Course-subscribe@yahoogroups.com => Belajar bahasa Inggris

=====================================================================
Organisasi non-profit Indonesian Production and Operations Management
Society (IPOMS) - Turut Memajukan SDM dan Industri Indonesia.
Ingin mendaftar mailing list IPOMS dan manajemen produksi/operasi? Kirimkan email ke
APICS-ID-subscribe@yahoogroups.com
Mendaftar ke web di bawah lebih dianjurkan untuk mempercepat pendaftaran: http://finance.groups.yahoo.com/group/APICS-ID/
Recent Activity
Visit Your Group
Yahoo! Finance

It's Now Personal

Guides, news,

advice & more.

Dog Fanatics

on Yahoo! Groups

Find people who are

crazy about dogs.

Endurance Zone

A Yahoo! Group

Learn how to

increase endurance.

.

__,_._,___

Kamis, 30 Agustus 2007

Asal Usul Nama Indonesia

PADA zaman purba, kepulauan tanah air kita disebut dengan aneka nama. Dalam catatan bangsa Tionghoa kawasan kepulauan kita dinamai Nan-hai (Kepulauan Laut Selatan). Berbagai catatan kuno bangsa India menamai kepulauan ini Dwipantara (Kepulauan Tanah Seberang) nama yang diturunkan dari kata Sansekerta dwipa (pulau) dan antara (luar, seberang). Kisah Ramayana karya pujangga Valmiki yang termasyhur itu menceritakan pencarian terhadap Sinta, istri Rama yang diculik Ravana, sampai ke Suwarnadwipa (Pulau Emas, yaitu Sumatra sekarang) yang terletak di Kepulauan Dwipantara. Bangsa Arab menyebut tanah air kita Jaza'ir al-Jawi (Kepulauan Jawa). Nama Latin untuk kemenyan adalah benzoe, berasal dari bahasa Arab luban jawi (kemenyan Jawa), sebab para pedagang Arab memperoleh kemenyan dari batang pohon Styrax sumatrana yang dahulu hanya tumbuh di Sumatra. Sampai hari ini jemaah haji kita masih sering dipanggil "Jawa" oleh orang Arab. Bahkan orang Indonesia luar Jawa sekalipun. "Samathrah, Sholibis, Sundah, kulluh Jawi (Sumatra, Sulawesi, Sunda, semuanya Jawa)" kata seorang pedagang di Pasar Seng, Mekah.

Lalu tibalah zaman kedatangan orang Eropa ke Asia. Bangsa-bangsa Eropa yang pertama kali datang itu beranggapan bahwa Asia hanya terdiri dari Arab, Persia, India, dan Cina. Bagi mereka, daerah yang terbentang luas antara Persia dan Cina semuanya adalah "Hindia". Semenanjung Asia Selatan mereka sebut "Hindia Muka" dan daratan Asia Tenggara dinamai "Hindia Belakang". Sedangkan tanah air kita memperoleh nama "Kepulauan Hindia" (Indische Archipel, Indian Archipelago, l'Archipel Indien) atau "Hindia Timur" (Oost Indie, East Indies, Indes Orientales). Nama lain yang juga dipakai adalah "Kepulauan Melayu" (Maleische Archipel, Malay Archipelago, l'Archipel Malais).

Ketika tanah air kita terjajah oleh bangsa Belanda, nama resmi yang digunakan adalah Nederlandsch- Indie (Hindia Belanda), sedangkan pemerintah pendudukan Jepang 1942-1945 memakai istilah To-Indo (Hindia Timur). Eduard Douwes Dekker (1820-1887), yang dikenal dengan nama samaran Multatuli, pernah mengusulkan nama yang spesifik untuk menyebutkan kepulauan tanah air kita, yaitu Insulinde, yang artinya juga "Kepulauan Hindia" (bahasa Latin insula berarti pulau). Tetapi rupanya nama Insulinde ini ku rang populer. Bagi orang Bandung,Insulinde mungkin cuma dikenal sebagai nama toko buku yang pernah ada di Jalan Otista.

Pada tahun 1920-an, Ernest Francois Eugene Douwes Dekker (1879-1950), yang
kita kenal sebagai Dr. Setiabudi (beliau adalah cucu dari adik Multatuli), memopulerkan suatu nama untuk tanah air kita yang tidak mengandung unsur kata "India". Nama itu tiada lain adalah Nusantara, suatu istilah yang telah tenggelam berabad-abad lamanya. Setiabudi mengambil nama itu dari Pararaton, naskah kuno zaman Majapahit yang ditemukan di Bali pada akhir abad ke-19 lalu diterjemahkan oleh J.L.A. Brandes dan diterbitkan oleh Nicholaas Johannes Krom pada tahun 1920.

Namun perlu dicatat bahwa pengertian Nusantara yang diusulkan Setiabudi jauh berbeda dengan pengertian, nusantara zaman Majapahit. Pada masa Majapahit Nusantara digunakan untuk menyebutkan pulau-pulau di luar Jawa (antara dalam bahasa Sansekerta
artinya luar, seberang) sebagai lawan dari Jawadwipa (Pulau Jawa). Kita tentu pernah mendengar Sumpah Palapa dari Gajah Mada, "Lamun huwus kalah nusantara, isun amukti palapa" (Jika telah kalah pulau-pulau seberang, barulah saya menikmati istirahat). Oleh Dr. Setiabudi kata nusantara zaman Majapahit yang berkonotasi jahiliyah(kerendaha n peradaban) itu diberi pengertian yang nasionalistis. Dengan mengambil kata Melayu asli antara, maka Nusantara kini memiliki arti yang baru yaitu "nusa di antara dua benua dan dua samudra", sehingga Jawa pun termasuk dalam definisi nusantara yang modern. Istilah nusantara dari Setiabudi ini dengan cepat menjadi populer penggunaannya sebagai alternatif dari nama Hindia Belanda.

Sampai hari ini istilah nusantara tetap kita pakai untuk menyebutkan wilayah tanah air kita dari Sabang sampai Merauke. Tetapi nama resmi bangsa dan negara kita adalah Indonesia. Kini akan kita telusuri dari mana gerangan nama yang sukar bagi lidah Melayu ini muncul.

Nama Indonesia Pada tahun 1847 di Singapura terbit sebuah majalah ilmiah tahunan, Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA), yang dikelola oleh James Richardson Logan (1819-1869), orang Skotlandia yang meraih sarjana hukum dari Universitas Edinburgh. Kemudian pada tahun 1849 seorang ahli etnologi bangsa Inggris,
George Samuel Windsor Earl (1813-1865), menggabungkan diri sebagai redaksi majalah JIAEA. Dalam JIAEA Volume IV tahun 1850, halaman 66-74,Earl menulis artikel On the Leading Characteristics of the Papuan, Australian and Malay-Polynesian Nations. Dalam artikelnya itu Earl menegaskan bahwa sudah tiba saatnya bagi penduduk Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu untuk memiliki nama khas (a distinctive name), sebab nama Hindia tidaklah tepat dan sering rancu dengan penyebutan India yang lain. Earl mengajukan dua pilihan nama: Indunesia atau Malayunesia (nesos dalam bahasa Yunani berarti pulau). Pada halaman 71 artikelnya itu tertulis: .... the inhabitants of the Indian Archipelago or Malayan Archipelago would become respectively Indunesians or Malayunesians.

Earl sendiri menyatakan memilih nama Malayunesia (Kepulauan Melayu) daripada
Indunesia (Kepulauan Hindia), sebab Malayunesia sangat tepat untuk ras Melayu, sedangkan Indunesia bisa juga digunakan untuk Ceylon (Srilanka) dan Maldives (Maladewa). Lagi pula, kata Earl, bukankah bahasa Melayu dipakai di seluruh kepulauan ini? Dalam tulisannya itu Earl memang menggunakan istilah Malayunesia dan tidak memakai istilah Indunesia.

Dalam JIAEA Volume IV itu juga, halaman 252-347, James Richardson Logan
menulis artikel The Ethnology of the Indian Archipelago. Pada awal tulisannya, Logan pun menyatakan perlunya nama khas bagi kepulauan tanah air kita, sebab istilah "Indian Archipelago" terlalu panjang dan membingungkan. Logan memungut nama Indunesia yang dibuang Earl, dan huruf u digantinya dengan huruf o agar ucapannya lebih baik. Maka lahirlah istilah Indonesia. Untuk pertama kalinya kata Indonesia muncul di dunia dengan tercetak pada halaman 254 dalam tulisan Logan: Mr. Earl suggests the ethnographical term Indunesian, but rejects it in favour of Malayunesian. I prefer the purely geographical term Indonesia, which is merely a shorter synonym for the Indian Islands or the Indian Archipelago. Ketika mengusulkan nama "Indonesia"agaknya Logan tidak menyadari bahwa di kemudian hari nama itu akanmenjadi nama bangsa dan negara yang jumlah penduduknya peringkat keempat terbesar di muka bumi!

Sejak saat itu Logan secara konsisten menggunakan nama "Indonesia" dalam tulisan-tulisan ilmiahnya, dan lambat laun pemakaian istilah ini menyebar di kalangan para ilmuwan bidang etnologi dan geografi. Pada tahun 1884 guru besar etnologi di Universitas Berlin yang bernama Adolf Bastian (1826-1905) menerbitkan buku Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipel sebanyak lima volume, yang memuat hasil penelitiannya ketika mengembara ke tanah air kita tahun 1864 sampai
1880. Buku Bastian inilah yang memopulerkan istilah "Indonesia" di kalangan sarjana Belanda, sehingga sempat timbul anggapan bahwa istilah "Indonesia" itu ciptaan Bastian. Pendapat yang tidak benar itu, antara lain tercantum dalam Encyclopedie van Nederlandsch- Indie tahun 1918. Padahal Bastian mengambil istilah "Indonesia" itu daritulisan- tulisan Logan.

Putra ibu pertiwi yang mula-mula menggunakanistilah "Indonesia" adalah Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara).Ketika di buang ke negeri Belanda tahun 1913 beliau mendirikan sebuah biro pers dengan nama Indonesische Pers-bureau.

Makna politis Pada dasawarsa 1920-an, nama "Indonesia" yang merupakan istilah ilmiah dalam etnologi dan geografi itu diambil alih oleh tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan tanah air kita, sehingga nama "Indonesia" akhirnya memiliki makna politis, yaitu identitas suatu bangsa yang memperjuangkan kemerdekaan! Akibatnya pemerintah Belanda mulai curigadan waspada terhadap pemakaian kata ciptaan Loganitu.

Pada tahun 1922 atas inisiatif Mohammad Hatta, seorang mahasiswa Handels Hoogeschool (Sekolah Tinggi Ekonomi) di Rotterdam, organisasi pelajar dan mahasiswa Hindia di Negeri Belanda (yang terbentuk tahun 1908 dengan nama Indische Vereeniging) berubah nama menjadi Indonesische Vereeniging atau Perhimpoenan Indonesia. Majalah mereka, Hindia Poetra, berganti nama menjadi Indonesia Merdeka.

Bung Hatta menegaskan dalam tulisannya, "Negara Indonesia Merdeka yang akan datang (de toekomstige vrije Indonesische staat) mustahil disebut "Hindia Belanda". Juga tidak "Hindia" saja, sebab dapat menimbulkan kekeliruan dengan India yang asli. Bagi kami nama Indonesia menyatakan suatu tujuan politik (een politiek doel), karena elambangkan dan mencita-citakan suatu tanah air di masa depan, dan untuk mewujudkannya tiap orang Indonesia (Indonesier) akan berusaha dengan segala tenaga dan kemampuannya. "
Sementara itu, di tanah air Dr. Sutomo mendirikan Indonesische Studie Club pada tahun 1924. Tahun itu juga Perserikatan Komunis Hindia berganti nama menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI). Lalu pada tahun 1925 Jong Islamieten Bond membentuk kepanduan Nationaal Indonesische Padvinderij (Natipij). Itulah tiga organisasi di tanah air yang mula- mula menggunakan nama "Indonesia". Akhirnya nama "Indonesia" dinobatkan sebagai nama tanah air, bangsa dan bahasa kita pada Kerapatan Pemoeda-Pemoedi Indonesia tanggal 28 Oktober 1928, yang kini kita sebut Sumpah Pemuda. Pada bulan Agustus 1939 tiga orang anggotaVolksraad (Dewan Rakyat; DPR zaman Belanda), Muhammad Husni Thamrin, Wiwoho Purbohadidjojo, dan Sutardjo Kartohadikusumo,
mengajukan mosi kepada Pemerintah Belanda agar nama "Indonesia" diresmikan sebagai pengganti nama "Nederlandsch- Indie". Tetapi Belanda keras kepala sehingga mosi ini ditolak mentah-mentah.

Maka kehendak Allah pun berlaku. Dengan jatuhnya tanah air kita ke tangan Jepang pada tanggal 8 Maret 1942, lenyaplah nama "Hindia Belanda" untuk selama-lamanya. Lalu pada tanggal 17 Agustus 1945, atas berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa, lahirlah Republik Indonesia.

Dirgahayu Indonesiaku! ***
Disarikan dari tulisan IRFAN ANSHORY
(Penulis, Direktur Pendidikan "Ganesha Operation")

Kamis, 19 Juli 2007

Freedom For All

We are often told "Colonialism is dead". Let us not be deceived or even soothed by that. I say to you, colonialism is not yet dead. How can we say it is dead, so long as vast areas of Asia and Africa are un-free. And I beg of you do not think of colonialism only in the classic form which we of Indonesia, and our brothers in different parts of Asia and Africa knew, colonialism has also its modern dress, in the form of economic control, intellectual control, actual physical control a small, but alien-community within a nation. It is a skillfull and determined enemy, and it appears in many guises. It does not give up its loot easily, wherever, whenever and however-it-appears, colonialism is an evil thing, and one must be eradicated from the earth.

Soekarno, Pidato Konperensi Asia Africa di Bandung I8-4-´55

Selasa, 17 Juli 2007

Menghadirkan Kebahagiaan


Diambil dari blog Fauzi Rachmanto

Wahai Anda para pencari kebahagiaan, ada ucapan tiga orang yang ingin saya kutip, dan mohon Anda baca dan renungkan baik-baik:

"Sekarang saya jauh lebih baik, secara fisik, finansial, mental dan hampir dalam segala hal …" (JW)

"Sebuah pengalaman yang luar biasa …" (MB)

"Saya belum pernah bisa menghargai orang lain seperti yang saya rasakan sekarang …" (CR)

Ucapan-ucapan yang luar biasa bukan? Ucapan yang pantas diucapkan oleh orang-orang yang telah mencapai puncak kebahagiaan. Anda mau menjadi seperti mereka? Jika saya katakan bahwa mereka bertiga mengucapkan kalimat di atas selepas mengikuti sebuah pelatihan, Anda mau mengikuti pelatihan tadi? Mau … ? Wah, banyak yang langsung menganggukkan kepala.

OK, mungkin perlu sedikit dijelaskan tentang siapa yang mengucapkan kutipan di atas. JW, adalah Jim Wright, mantan anggota House of Representative Amerika Serikat yang dipaksa mundur secara tidak hormat karena melanggar kode etik, MB adalah Moreese Bickham, mantan napi, kutipan diatas adalah ucapan selepas masa tahanannya, dan CR adalah Christopher Reeves, sang Superman yang mengucapkan kalimat di atas setelah terkena lumpuh. Semua mengucapkan ucapan di atas setelah menjalani "pelatihan" yang sangat berat dalam hidupnya. Nah, Anda mau mengikuti "pelatihan kebahagiaan" seperti mereka? Gak mau? Hehehe … kok sekarang gak mau?

Ya, Anda mungkin serentak menggelengkan kepala. Sekaligus mungkin jadi penasaran bagaimana mungkin orang dapat mengucapkan hal-hal yang demikian luar biasa, justru setelah mengalami musibah. Sementara Anda mungkin sudah mengikuti puluhan pelatihan motivasi dan melahap ratusan buku self help, dan belum mampu mengucapkan kalimat-kalimat seperti di atas.

Semua orang pasti menginginkan kebahagiaan. Tapi apakah kebahagiaan itu? Apakah pengertiaan kebahagiaan menurut "seorang" Lori dan Reba Schapel, pasangan kembar siam yang sangat berbahagia dan mampu berprestasi, yang hingga dewasa tidak pernah bersedia menjalani operasi pemisahan, sama dengan kebahagiaan seorang Paris Hilton yang rupawan dan mewarisi kerajaan bisnis Hilton, namun masih harus repot dengan urusan penggunaan obat terlarang?

Jadi, jika kebahagiaan begitu penting, lalu apakah kebahagiaan itu?

Siapakah yang lebih bahagia, George Eastman pelopor proses fotografi, salah satu pelopor prinsip manajemen modern, dan pendiri Kodak, yang penjualan kamera nya menguasai dunia itu, atau Adolph Fischer, anggota serikat buruh dalam sejarah Amerika Serikat yang ditangkap atas tindakan yang tidak pernah dilakukan, diadili dengan saksi bayaran, dan dihukum mati? Anda, dan juga saya, tentu yakin George Eastman lebih bahagia. Namun kenapa justru Fischer yang mengatakan "Ini saat paling membahagiakan dalam hidup saya …" beberapa detik sebelum tali gantungan merenggut nyawanya. Dan George Eastman, mati bunuh diri di kamar kerja nya!

Kutipan di atas saya ambil dari buku "Stumbling on Happiness " yang ditulis secara sangat cerdas oleh Daniel Gilbert. Buku yang merangkum pemikiran-pemikiran mutakhir tentang kebahagiaan dengan cara yang sangat humoris ini memang dalam banyak detilnya mampu mengguncang pengetahuan dan keyakinan kita tentang kebahagiaan. Sayangnya tidak ada jawaban instan dalam buku "Stumbling on Happiness". Kalau Anda penggemar cerita detektif dan punya rasa penasaran yang tinggi, Anda akan sangat menikmati tulisan Dan Gilbert yang akan membawa Anda memasuki lorong-lorong pemikiran tentang kebahagiaan. Sebaliknya jika Anda penggemar buku self-help yang berharap mendapat tips praktis, Anda akan kecewa, karena buku ini sama sekali bukan buku self-help. Justru Gilbert sepanjang bukunya menyisakan pertanyaan besar, mengapa manusia selalu gagal untuk memperkirakan hal-hal apa sajakah yang akan membuat diri nya merasa bahagia di masa mendatang.

Kebahagiaan demikian penting, hampir semua sepakat. Always "feel good" demikian pesan di ujung film the Secret nya Rhonda Byrne. Gunakan "the Power of Positive Feeling", demikian pesan Pak Erbe Sentanu dalam bukunya Quantum Ikhlas. Bahkan lebih lanjut beliau mengatakan bahwa kebahagiaan adalah fitrah manusia. Namun mengapa begitu sering kita tidak merasa bahagia. Padahal kita paham kalau dalam hukum Law of Attraction dikatakan "likes attract likes", bahwa perasaan bahagia akan menarik hal-hal yang akan membuat kita bahagia. Namun mengapa begitu sulit untuk selalu menghadirkan rasa bahagia di hati kita.

Kadang kita merasakan kebahagiaan yang meluap, ketika kita sedang berkumpul dan bercanda bersama keluarga. Namun perasaan itu bisa lenyap begitu saja, ketika kita sendirian. Kita merasa begitu bahagia ketika berhasil mewujudkan yang kita inginkan, namun tidak berapa lama rasa cemas dan khawatir kembali menyergap hati kita. Kalau diibaratkan hati kita sebagai rumah, kebahagiaan seringkali hanya mampir sebagai tamu, menginap sesaat, dan pergi lagi, namun masih enggan menetap menjadi penghuni di hati kita. Wah, kalau begini, bagaimana kita bisa selalu "feel good"?

Ada yang mencoba menghadirkan kebahagiaan melalui kepemilikan materi, uang yang banyak, rumah yang mewah, mobil yang bagus. Namun justru semakin tidak bahagia, karena selalu merasa kurang uang, mobilnya kurang bagus, dan rumahnya kurang mewah. Belum lagi kalau mengalami kehilangan materinya. Ada juga yang mencoba mewujudkan kebahagiaan dengan berbagai aktifitas. Mulai dari ikut pesta, berwisata ke luar negeri, hingga nonton konser atau pertandingan olahraga. Namun, rasa bahagia berakhir ketika pesta berakhir. Kebahagiaan pergi ketika mereka harus kembali pulang ke rumah, atau ketika konser atau pertandingan berakhir.

Karena semua yang ingin dimiliki atau dilakukan tadi, ternyata hanya sekedar menghadirkan kesenangan. Namun bukan kebahagiaan.

Jadi, bagaimana menghadirkan kebahagiaan?

Dalam buku "How We Choose To Be Happy" yang ditulis Rick Foster dan Greg Hicks pertanyaan ini menjadi tema sentral. Bagaimana kita bisa menghadirkan kebahagiaan yang terus menerus di hati kita? Ternyata menurut Foster dan Hicks, setelah meneliti orang-orang yang luar biasa bahagia, ada 9 choices yang selalu dilakukan oleh orang-orang tersebut. Jika Anda ingin menghadirkan kebahagiaan secara berkesinambungan dan berkesadaran, Anda bisa mencontoh choices mereka. Cukup panjang kalau dibahas semua. Namun, menurut saya, untuk memulai, paling tidak Anda bisa mencontoh dua hal:

Berniatlah Untuk Bahagia. Kedengarannya begitu sederhana, namun betapa jarang kita lakukan. Bisakah Anda mulai sekarang, setiap hari, meniatkan dan berjanji dalam hati, bahwa hari ini Anda akan merasakan kebahagiaan, apapun pengalaman yang akan Anda alami? Dan sepanjang hari, jaga kesadaran Anda bahwa Anda sudah memilih untuk bahagia, apapun peristiwa yang terjadi di depan Anda. Setiap pagi ketika akan memulai hari Anda, ingatlah lagi komitmen Anda ini.

Bertanggungjawablah. Anda sendiri yang bertanggungjawab atas kebahagiaan Anda. Jadi, mulai sekarang, apapun peristiwa yang Anda alami, pilihan untuk bahagia atau tidak bahagia, ada di tangan Anda. Jangan pernah menimpakan kesalahan ke orang lain. Hilangkan kalimat bahwa: "saya jadi tidak bahagia karena si … " Orang-orang yang luar biasa bahagia, selalu merasa in control, bukan korban atas perbuatan orang lain atau peristiwa yang tengah di alami. Mereka mengendalikan hidupnya secara sadar, dan selalu memilih untuk bahagia.

Dua pilihan yang begitu mudah dibaca, namun cukup menantang untuk dipraktekkan. Saya juga sedang berlatih. InsyaAllah dengan menjalankan dua pilihan orang-orang yang luar biasa bahagia tadi, semoga kebahagiaan dapat lebih betah singgah di hati Anda. Untuk kemudian menetap. Selamanya. (FR)

Jumat, 29 Juni 2007

Mohammad Hatta

Mohammad Hatta (August 12, 1902 - March 14, 1980) was born in Bukittinggi, West Sumatra, Dutch East Indies (now Indonesia). He was Indonesia's first vice president, after being the country's Prime Minister. Known as "The Proclamator", he and a number of Indonesians, including the first president of Indonesia, Sukarno, fought for the independence of Indonesia from the Dutch East Indies. Despite his effort to gain Indonesian independence, he had studied in the Netherlands since 1921 until 1932. Moreover, since his early education, he studied in Netherlands-based school in Indonesia.

Mohammad Hatta's name often remembered as Bung Hatta ('Bung' is an affectionate title used to address colleagues, popular in the early 1900s and is still used by Indonesians).

Next on Wikipedia >>